PERAN GURU BK DALAM MENGATASI PERILAKU BULLYING PADA PESERTA DIDIK

 

Bimbingan dan Konseling adalah proses interaksi antara konselor dengan konseli baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka untuk membantu konseli agar dapat mengembangkan potensi dirinya ataupun memecahkan permasalahan yang dialaminya.[1] Bimbingan dan Konseling juga dapat didefinisikan sebagai upaya sistematis, objektif, logis, dan berkelanjutan serta terprogram yang dilakukan oleh konselor untuk memfasilitasi perkembangan konseli untuk mencapai kemandirian dalam kehidupannya.

Bullying merupakan suatu situasi di mana terjadinya penyalahgunaan kekuatan/kekuasaan yang dilakukan oleh seseorang/kelompok. Perilaku bullying merupakan  salah satu bentuk kekerasan dan agresif siswa di sekolah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku bullying yang ditampilkan siswa SMPN 3 Lubuk Basung dan peranan guru BK/konselor dalam pengentasannya. Populasi penelitian adalah siswa di SMP Negeri 3 Lubuk Basung berjumlah  564 orang dengan sampel 138 orang diambil dengan menggunakan teknik propotonal stratified random. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket. Temuan penelitian menunjukkan bahwa jenis perilaku bullying yang dominan terjadi yaitu menyakiti secara verbal dilanjutkan dengan menyakiti secara fisik kemudian menyakiti secara mental dengan faktor keluarga. Faktor teman sebaya merupakan faktor yang lebih dominan sebagai penyebab perilaku bullying siswa. Secara umum guru BK/konselor cukup berperan mengatasi perilaku bullyingdengan memberikan  layanan informasi sebagai layanan yang lebih dominan diberikan dilanjutkan dengan layanan bimbingan kelompok dan konseling kelompok serta pemberian layanan konseling individual.

v  DAMPAK BULLYING

Salah satu dampak bullying yang paling jelas  terlihat adalah kesehatanfisik,  seperti  luka,  lebam,  sakitkepala, sakit tenggorokan, flu, batuk,sakit  dada  dan  bahkan  kematian.Dampak  lain  yang  kurang  terlihat,namun memiliki efek jangka panjangyaitu terganggunya kondisi psikologisdan penyesuaian sosial yang buruk.

 

PERAN  GURU  BK/KONSELOR DALAM MENCEGAH  TINDAKAN BULLYING

Bullying  sebagai  salah  satu masalah  besar  yang  harus  dicegah karena  dapat  menimbulkan  trauma pada  korbannya  sehingga  membuat kehidupan  korban  bullying  menjadi tidak efektif dan siswa  yang menjadi pelaku  bullying  perlu  digali  lebih dalam  lagi  apa  yang  latar belakangnya  melakukan  bullying, sehingga  guru  BK/Konselor  bisa mengambil tindakan yang tepat untuk penanggulangan  permasalahan bullying. Untuk  itu,  guru  BK/Konselor perlu  memberikan  pelayanan konseling  yang  optimal  dan komprehensif sesuai kebutuhan siswa dengan  menyediakan  program  BK yang  cocok  untuk penanggulangan bullying  seperti  menyelenggarakan layanan orientasi,  layanan informasi, layanan  penempatan  penyaluran, layanan  penguasaan  konten,  layanan konseling  perorangan,  layanan bimbingan  kelompok,  layanan konseling  kelompok,  layanan konsultasi,  layanan  mediasi  dan layanan advokasi (Prayitno, 2009:45)

Dari  paparan  di  atas, Maka diharapkankepada  guru BK/Konselor  untuk berperan  dalam mencegah dan mengentaskan perilaku bullying  yang  ada  di  sekolah. Beberapa  peran  guru  BK/Konselor yaitu  memberikan  pelayanan kepada siswa  sesuai  dengan  kebutuhannya secara optimal dan efisien. Kemudian melakukan  kalobarasi  dengan orangtua,  kepala  sekolah,  wakil kepala  sekolah,  guru  mata  pelajaran.Berdasarkan  penjelasan  di  atas, dapat  disimpulkan  bahwa  guruBK/Konselor  dalam  konteks menjalankan  perannya  di  sekolah harus  menyediakan  pelayanan  yang baik dan optimal untuk seluruh siswa sesuai  dengan  tanggungjawabnya serta  merencanakan  layanan  sesuai dengan  kebutuhan  siswa  di  sekolah, sehingga dengan demikian pelayanan yang  diberikan  kepada  siswa  bisa tepat  sasaran  dan  berefek  pada perubahan tingkal laku siswa ke arah yang  lebih  baik.  Guru  BK/Konselor juga perlu melakukan kolaborasi yaitu melakukan  pendekatan-pendekatan untuk  mengambil  kebijakan  dalam mencegah perilaku  bullying  sehingga perilaku bullying  tidak terjadi lagi di sekolah.  Pelaku  bullying  perlu diberikan  perhatian  dan  empati disamping kontrol dan meminimalkan peluang-peluang  terjadinya penindasan.  Selain  itu,  guru BK/Konselor  perlu  melakukan kerjasama  dengan  berbagai  pihak seperti  kepala  sekolah,  wakil  kepala sekolah dan guru mata pelajaran serta orang  tua.  Hal  ini  penting,  agar koordinasi  dan  suvervisi  terhadap pencegahan dan pengentasan bullying benar-benar terjalin sehingga bullying tidak membudaya.

 


Komentar